PERSAHABATAN SINGA DAN TIKUS
Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat
artikel tentang Cerita Dongeng Fabel Singa dan Tikus, Dongeng Anak
Indonesia, Cerita Rakyat dan Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng
Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan
Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar,
Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita.
Disebuah hutan yang dipenuhi pepohonan hijau nan rindang. Hiduplah
keluarga tikus, mereka sedang menikmati suasana siang itu dengan banyak
di rumah. Suasana yang agak sepi dengan semilir angin yang membuat siap
saja akan mengantuk, Tak hanya keluarga tikus yang hari itu sedang
bermalas-malasan di rumah. Hampir semua binatang berbaring tidur siang
dengan nyenyak kecuali seekor anak tikus yang menggoyang-goyangkan
kumisnya dan bermain-main dengan bayangannya. Dia lari kian kemari
berputar-putar, dia sangat bergembira menikmati siang yang hangat itu.
Karena terlalu senang bermain, dengan berputar-putar mengejar ekornya
sendiri sampai dia tak sadar telah jauh meninggalkan rumahnya. Saking
asyiknya berlari-larian tanpa sengaja dia menubruk seekor singa besar
yang sedang berbaring malas di bawah pohon. Tikus itu tidak menyadari
dia telah menabrak sang Raja Hutan, yang disangkanya hanya sebatang
dahan pohon. Baru dia tersadar ketika dia melewati hidung sang Singa dan
merasakan panasnya hembusan nafas yang keluar dari lubang hidungnya.
Si Raja Hutan bergeming, hidungnya terasa gatal. Dia membuka satu
matanya dan melihat seekor tikus abu abu di hadapannya, lalu ...Happp!!
Dengan secepat kilat cakarnya menjepit ekor si tikus kecil. Si tikus
mencicit ketakutan,"Jangan! Jangan wahai Raja Hutanku! Kasihanilah aku!"
Dia berusaha melepaskan ekornya dari cengkeraman cakar sang Singa
dengan putus asa. Tapi dia tidak bisa melepaskannya dan setiap kali sang
Singa mengaum keras seperti halilintar, tubuhnya bergetar ketakutan.
"Jangan! Jangan!" si Tikus bergidik "Jangan wahai Tuanku Raja!
Kasihanilah aku. Lepaskanlah cakarmu dan biarkan aku pergi."
Tapi sang Singa malah meneriakinya lebih keras lagi dengan aumannya. Si
Tikus mengumpulkan seluruh keberaniannya, lalu berkata membujuk,
"Tentunya anda sang Raja Hutan tidak mau mengotori cakar Yang Mulia
dengan darah tikus yang tidak berguna ini. Mohon lepaskanlah hamba!" Dan
sang Singa malah menekan buntutnya lebih keras lagi dengan cakarnya.
"Oh Rajaku! Jika engkau berkenan melepaskanku, suatu hari nanti aku akan
menolongmu!"
Sang Raja Hutan tertawa terbahak-bahak "Hahahahahah..... apa aku tak
salah dengar???!!!" Kata sang Singa kepada Tikus Muda. "dengan apa kamu
akan menolongku??" tanya Singa karena merasa lucu mendengar perkataan
terakhir si Tikus Muda. Si Tikus Muda hanya diam saja sambil menggigil
ketakutan. Karena merasa kasihan, akhirnya Singa melepaskan
cengkeramannya dan membiarkan si Tikus Muda itu pergi melarikan diri.
Beberapa bulan kemudian, si Tikus yang sedang berjalan jalan di hutan
mendengar suara auman keras dari balik semak belukar. Dia mencari asal
suara itu dan dia menemukan sahabatnya sang Singa terperangkap di dalam
jaring pemburu. Sekarang sang Raja Hutan yang berguling-guling berusaha
melepaskan diri dari perangkap, tetapi semakin keras dia berusaha,
jeratnya semakin kencang. Si Tikus segera menyadari apa yang terjadi dan
dengan cepat dia menggigiti jaring, dan tak lama kemudian sang Raja
Hutan telah bebas.
"Kebaikan pasti akan dibalas kebaikan," demikian kata si Tikus sambil
lari bermain lagi berkejaran dengan bayangannya, meninggalkan Singa yang
masih bengong menatapnya.
Sejak saat itu Singa bersahabat baik dengan Si Tikus Muda dan
keluarganya. Kemanapun singa pergi berburu, si Tikus muda selalu ikut
menemaninya.
Pesan Moral Cerita Dongeng Fabel Singa dan Tikus adalah :
Berbuatlah kebaikan sebanyak mungkin, Niscaya perbuatan baik akan
dibalas dengan kebaikan, balasan itu pasti datang dari Tuhan.
Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan
kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur
Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot,
Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang
disertai unsur Ekstrinsik Cerita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar